Kadis PUPR : Pembangunan Kawasan Wisata Terpadu On The Track , On Progress, On Process

Petisirakyat.com, Lubuklinggau – Memasuki 3 tahun masa pemerintahan Nansuko jilid II, dampak pembangunan selama 2 periode memimpin kota Lubuklinggau sudah dapat dirasakan dan dinikmati hasil pembangunannya. Pada periode ke 2 ini dengan mengusung 12 program unggulan terkhusus di bidang infrastruktur sudah berjalan.

Tiga program infrastruktur yang leading sectornya Dinas Pekerjaan Umum & Penataan Ruang ( PUPR) tersebut diantara nya pembangunan kawasan objek wisata terpadu ( pantai buatan), pembangunan Taman Olahraga  di setiap kecamatan serta pembangunan infrastruktur dasar.

Dalam bincang-bincang nya kepada petisirakyat.com Selasa (22-062021), Kepala Dinas PUPR Kota Lubuklinggau Achmad Asril, ST, MT didampingi Sekdis Ikhwan, ST, MT menuturkan :
“Sesuai Visi Walikota mewujudkan Kota Lubuklinggau Metropolis Madani  dan dalam salah satu point dalam Misi Walikota  yaitu Meningkatkan Infrastruktur daerah yang berwawasan lingkungan. Ada 2 tanggung jawab kami ( Dinas PUPR) dalam rangka mensukseskan Visi Misi Pak Walikota yaitu  Pembangunan infrastruktur dan sebagai penunjang pembangunan kawasan wisata terpadu ”.

Kadis PUPR ini menegaskan bahwa program-program infrastruktur yang telah dilakukan dan yang saat ini berjalan itulah wujud pengabdian kita sesungguhnya kepada masyarakat dalam bidang infrastruktur.

Mengenai Danau/ pantai buatan, atau dalam nomenklaturnya pembangunan embung proses pembangunannya terus dilanjutkan artinya pembangunan on progress on process dan on the track .

Proses pembangunan mega program itu tentu tidak semudah membalikkan telapak tangan, semua itu ada tahapan dimulai dengan tahapan perencanaan kita sudah merampungkan studi kelayakan, Detail Engineering Design (DED) dan Master plan nya. tahap berikutnya pembukaan kawasan ( Land Clearing) seluas 125 hektar dan baru-baru ini dengan kepiawaian Walikota kita mendapat bantuan dari propinsi 30 milyar untuk pembangunan kawasan wisata terpadu ini dan akan ditambah lagi 4 milyar, saat ini kita sudah membangun jalan dua jalur menuju kawasan wisata terpadu, yang sudah kita bangun sepanjang 1280 meter dan yang sudah dihotmix 660 meter.

Walikota sedang berupaya dan berkordinasi untuk pengajuan bantuan ke kementrian PU dalam pembangunan Embung/ danau insha Allah nanti bantuan dari pusat itu kita akan bangun danau/ embung buatan tinggal menunggu hasil kajian AMDAL nya, bahkan sudah ada dari Balai yang turun ke lubuklinggau dan alhamdulillah hasil dari kajian mereka tidak ada masalah.

Ditambahkan sekretaris Dinas PUPR Ikhwan, ST, MT untuk pembangunan Taman Olahraga di tiap kecamatan tinggal di kecamatan Lubuklinggau Barat II dan Timur II dan Lubuklinggau Selatan II yang belum di bangun, masih ada waktu dua tahun lagi, kita akan tuntaskan.

Sekdin PUPR juga memaparkan Untuk infrastruktur dasar saat ini hampir seluruh kawasan pemukiman sudah di bangun, kemudian karena akses jalan utama ( jalan nasional) sudah semakin padat maka untuk mengurai kemacetan walikota sudah mengantisipasi dengan membangun jalan dan jembatan lingkar barat. Ini konektivitas dan akseptabilitas nantinya mobil angkutan dan bis dari luar kota yang masuk dari utara akan masuk melalui jembatan lingkar barat yang tembus ke barat daerah perbatasan Sumsel Bengkulu.

Kemudian pembangunan akses menuju bandara dan Tempat Pembuangan Akhir Binjai itu sudah kita bangun kurang lebih memakan anggaran 40 milyar juga sudah dibangun jalan 2 jalur di simpang periuk yang merupakan akseptabilitas menuju kawasan industri.
Sudah banyak yang dibangun Walikota Lubuklinggau jadi nilailah secara komprehensif jangan parsial dengan sudut pandang tertentu, pak wali bukan hanya keinginan saja untuk membangun lubuklinggau tetapi sesudah sangat membara, dengan dukungan APBD yang kecil dan daerah yang tidak mempunyai Sumber Daya Alam tentu harus melakukan terobosan -terobosan dengan berupaya agar dana dari pusat dan propinsi turun ke daerah. Kita saat ini masih bisa terus membangun walau anggaran minim, kurang lebih 100 milyar anggaran dialihkan untuk refocusing penanggulangan bencana covid19. Ini bencana yang menimpa secara global maka dengan ketersediaan anggaran yang minim kita bangun program-program yang prioritas dan bertahap. Ujar Asril

Dengan gamblang kadis PUPR memaparkan dalam bidang infrastruktur dasar ada 3 skala prioritas yaitu pembangunan, peningkatan dan pemeliharaan. Maka tentu setelah prioritas pembangunan dan peningkatan jalan sudah terpenuhi kita lakukan pemeliharaan artinya masyarakat butuh pembangunan dsn perbaikan jalan, tentu ini kita prioritaskan dulu karna itu merupakan kebutuhan dari masyarakat, ga mungkin lah kita prioritaskan perbaikan kolam renang di sport center itu kemudian mengabaikan usulan-usulan dari masyarakat tetapi kita tetap alomodir harapan masyarakat untuk pemeliharaan kawasan sport center dan inclinator di tahun berikutnya. Untuk pemeliharaan inclinator kita sudah study banding nantinya kita akan rubah sistem nya dengan dukungan power supply dari solar cell. (ADV)

 

Teks & Editor : M. Ikhwan Amir

Check Also

Jhon Kenedy : Pernyataan Ketua PB HMI Untuk Isolasi Alex Noerdin Salah Alamat dan Tendensius

PALEMBANG, PETISI RAKYAT | Opini yang disampaikan Ketua Bidang Politik PB HMI Bambang Irawan terkait …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *